ISLAM MENENTANG TRINITAS


ISLAM MENENTANG TRINITAS

Berbeda dengan agama pagan, Islam menentang paham trinitas. Hal ini dapat terlihat dalam ayat-ayat berikut:

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: �Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam�. Katakanlah: �Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?� Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS. Al-Maidah: 17]

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: �(Tuhan itu) tiga�, berhentilah (dari ucapan itu, berhentilah menganut ajaran trinitas). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. [QS. An-Nisa: 171]

Muslim tidak menyembah tuhan yang dilahirkan oleh seorang perawan pada tanggal 25 Desember, kemudian disalib, kemudian mati, kemudian bangkit kembali. Tuhan yang disembah oleh Muslim adalah Tuhan Yang Mahaesa, tidak beranak atau pun diperanakkan, tidak mati, dan dunia tidak sanggup untuk menampung-Nya. Konsep ketuhanan seperti ini dapat terlihat dalam ayat-ayat berikut ini:

Katakanlah: �Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia�. [QS. Al-Ikhlash]

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: �Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau�. Tuhan berfirman: �Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku�. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: �Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman�. [QS. Al-A’taf: 143]

Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya, [QS. Al-Furqan: 58]

Bahkam Alkitab juga menghendaki konsep ketuhanan yang seperti ini. Tetapi, entah mengapa, sebagian besar pemegang Alkitab malah menganut paham Trinitas.

Jawab Yesus: �Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. [Markus 12:29]

Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah (bait) yang kudirikan ini. [I Raja-raja 8:27]

Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. [Roma 1:23]

Lihatlah, bagaimana Alkitab juga tidak menghendaki paham Trinitas. Tetapi mereka telah menggantikan paham Tauhid dengan param Trinitas seperti kaum yang ingkar di masa lalu. Mereka lebih menyukai paham kebendaan (materialisme). Mereka tidak suka Tuhan Yang Ghaib, mereka lebih suka menyembah manusia, patung, binatang, dan sebagainya.

Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan) sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zhalim. [QS. Al-Baqarah: 92]

ISLAMIC.XTGEM.COM

2 responses to this post.

  1. Posted by Robert on Juni 28, 2011 at 1:04 pm

    Intinya Allah tidak diduakan atau dilebihkan namun Allah yang menyelamatkan manusia dengan perantaraan Yesus dan Roh Kudus. Ini keyakinan bukan melulu akal.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: