PEDOFILIA BALITA DAN TEROR BIBLE


PEDOFILIA BALITA DAN TEROR BIBLE

Wanita berusia 3 tahun dipaksa untuk bermain seks dalam Bible dan Talmud. Umur diperbolehkan untuk menikah dan atau berhubungan seks di salah satu ibu kota suatu negara di Benua Amerika sekarang, yang dihuni oleh mayoritas umat Kristen, adalah 12 tahun.

I. Pedofilia dan Pembantaian Terhadap bayi-bayi yang masih menyusui dalam Bible!
Benar-benar ironis, satu dari sepuluh perintah (ten commandments) Hukum Musa mengatakan: “Kamu tidak boleh membunuh.” (Keluaran 20:13). Tetapi, anak-anak tidak berdosa dan wanita tidak perawan diperintahkan untuk dibantai secara masal, yang mungkin saat itu berjumlah ribuan orang! Wanita atau tepatnya balita berusia 3 tahun malah diperintahkan untuk diperkosa oleh pasukan Israel atas perintah Musa dan Tuhan.

1-. Bunuh semua makhluk hidup yang bernafas
Ulangan 20:16 TB
“Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas,”
Ini adalah doktrin utama Bible untuk membantai semua makhluk hidup yang bernafas mencakup manusia, hewan, dan tumbuhan yang tinggal di daerah musuh. Jika kita tidak menyebut hal ini sebagai terorisme, kejahatan perang, dan pembantaian masal, lalu apakah yang layak kita ucapkan untuk ayat Bible sadis ini.

2-. Eksekusi mati semua balita yang masih menyusui oleh pasukan berkekuatan 210.000 orang.
1 Samuel 15:2-4 TB
Beginilah firman TUHAN semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.” Lalu Saul memanggil rakyat berkumpul dan memeriksa barisan mereka di Telaim: ada dua ratus ribu orang pasukan berjalan kaki dan sepuluh ribu orang Yehuda.

Puji-pujian karena membenturkan anak-anak kecil ke arah batu
Mazmur 137:8-9 TB
“Hai puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu!

Saya menemukan hal ini benar-benar berbeda dari apa yang sering kita dengar dari misionaris Kristen mengenai ajaran Bible “Cintailah musuhmu”, tetapi telah kita lihat pembantaian masal terhadap bayi-bayi yang masih menyusui, anak-anak tidak berdosa, gadis-gadis, pria yang tidak mengangkat senjata, wanita (baik muda atau pun tua), dan menghancurkan tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan oleh tentara berkekuatan 210.000 orang. Sangat jelas, ayat Bible ini benar-benar korup dan palsu, bukan wahyu ilahi.
Saya menantang kepada setiap orang Yahudi atau Kristen untuk memberikan satu ayat al-Qur’an yang menganjurkan pembunuhan terhadap anak-anak yang tidak berdosa dan wanita dari kalangan sipil

Lihat the Rights of Prisoners of War in Islam.
Sekarang, mari kita melihat firman Allah dalam al-Qur’an:

“Oleh karena itu Kami tetapkan bagi Bani Israel, bahwa barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.” (QS Al Maa’idah 32)

Perintah Allah terhadap bani Israel justru telah diubah oleh pendeta Yahudi. Dalam Talmud kitab Sanhedrin 37a menyatakan: “Setiap orang yang menyelamatkan satu orang Yahudi adalah seakan-akan ia menyelamatkan seluruh dunia.”
Sebagai catatan tambahan, orang Yahudi meyakini bahwa Tuhan telah berfirman kepada Musa secara oral dan tertulis. Kitab tertulis itu dinamakan Taurat sama dengan 5 kitab pertama Perjanjian lama Kristen. Sedangkan bentuk oral yaitu yang tidak tertulis atau lisan dan diingat oleh bani Israel. Dan menurut keyakinan Yahudi, tradisi oral Musa kemudian disalin kembali oleh pendeta-pendeta Yahudi di kitab Talmud.

Berdasarkan Qur’an, saya dapat aman menyimpulkan bahwa cerita pembantaian masal terhadap orang-orang yang tidak berdosa yang terekam dalam Bible ini adalah korup buatan para pendusta yang diletakkan seolah-olah inilah firman Allah Yang Maha Agung.
“Tidakkah mereka [Bani Israel] mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan Dan diantara mereka [Bani Israel] ada yang buta huruf, tidak mengetahui Alkitab, kecuali dongeng bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.” (QS al-Baqarah 2:77-79)

3-. Ayat Pedofilia terhadap wanita berusia 3 tahun
Ayat Bible yang mengisahkan pedofilia terdapat dalam kitab Bilangan 31:17-18 dan Bilangan 31:35-40. Dibawah ini, Anda dapat melihat SEJARAH DETAIL dari ayat Bible ini melalui penjelasan Kitab Talmud Yahudi yang memerintahkan pedofilia terhadap budak berusia 3 tahun ke bawah dibawah komando langsung Nabi Musa.

Umat Kristen tidak mengikuti Hukum Talmud, tetapi faktanya baik umat Kristen dan Yahudi sama-sama mempercayai Kitab Bilangan yang terdapat dalam Bible. Selanjutnya kita akan melihat bagaimana “PENGIKUT KITAB BILANGAN” selama zaman Musa mencerminkan jiwa pedofilia karena memperkosa wanita atau tepatnya balita berusia 3 tahun setelah Musa dianggap menerima perintah “Ilahi” yang secara jelas mengindikasikan bahwa Bible memberkati kaum pedofilia.

Ingatlah
“Pengikut Kitab Bilangan” bukan hanya umat Kristen. Karena umat Yahudi pun meyakini apa yang ada dalam Kitab Bilangan milik orang Kristen.

Camkan dibenak Anda bahwa Kristen bukan satu-satunya “Pengikut Kitab Bilangan”, karena Yahudi pun mempercayainya. Jadi jika Anda orang Kristen meyakini apa yang terdapat dalam kitab Bilangan dan ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, maka Anda harus melihat bagaimana Yahudi memandang kitab Bilangan, yaitu dengan cara melihat Kitab Talmud.

Perintah Musa untuk melakukan pedofilia terhadap wanita berusia 3 tahun
“….Menurut Tanna�te Rabbis, Musa karena itu telah memerintahkan bani Israel untuk membunuh semua wanita berusia lebih dari tiga tahun satu hari, karena mereka adalah “layak bagi hubungan seksual.” (Karl Georg Kuhn, Der tannaitische Midrasch Sifre zu Numeri (German), Stuttgart: Kohlhammer 1959, �157, 652f)
“Berkatalah Rabbi Joseph, “Datanglah dan catatlah: Seorang gadis berusia tiga tahun satu hari ditunangkan melalui campur gaul….” (Sanhedrin 7/55B)
“Seorang gadis berusia tiga tahun satu hari ditunangkan melalui campur gaul.” Seorang gadis tiga tahun boleh ditunangkan melalui sebuah hukum hubungan seksual,” perkataan dari R. Meir. Dan orang-orang bijaksana mengatakan, “usia tiga tahun satu hari” (Mishnah Niddah 5:4)

Cerita lebih detail, penjelasan yang lebih lanjut, serta bibliografi dibahas dibawah ini.

II. Wanita berusia 3 tahun dipaksa untuk bermain seks dan menikah dalam Talmud dan Bible

Dibawah ini adalah fakta yang diperoleh dari http://www.infidels.org/library/modern/guido_deimel/judaism.html dalam mengungkap Kitab Bilangan pasal 31 dalam Bible.

Anak-anak
Terkadang orang perlu membaca sebuah ayat sebanyak dua kali untuk mempercayai apa yang tertulis dalam kitab suci Yudaisme: apa yang telah dinyatakan mengenai jalan untuk mencapai sebuah kehidupan kudus melalui memory orang-orang bijaksana… yang perkataannya adalah natural.[131]

Said Rabbi Joseph, “Come and take note: A girl three years and one day old is betrothed by intercourse. And if a Levir has had intercourse with her, he has acquired her. And one can be liable on her account because of the law prohibiting intercourse with a married woman. And she imparts uncleanness to him who has intercourse with her when she is menstruating, to convey uncleanness to the lower as to the upper layer [of what lies beneath]. If she was married to a priest, she may eat food in the status of priestly rations. If one of those who are unfit for marriage with her had intercourse with her, he has rendered her unfit to marry into the priesthood. If any of those who are forbidden in the Torah to have intercourse with her had intercourse with her, he is put to death on her account, but she is free of responsibility [M.Nid. 5:4]. Sanhedrin 7/55B [132]

R. Nahman bar Isaac said. “They made the decree that a gentile child should be deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15], so that an Israelite child should not hang around with him and commit pederasty [as he does].”
For said R. Zira, “I had much anguish with R. Assi, and R. Assi with R. Yohanan, and R. Yohanan with R. Yannai, and R. Yannai with R. Nathan b. Amram, and R. Nathan b. Amram with Rabbi [on this matter]: ‘From what age is a gentile child deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15]’ And he said to me, ‘On the day on which he is born.’ But when I came to R. Hiyya, he said to me, ‘From the age of nine years and one day.’ And when I came and laid the matter before Rabbi, he said to me, ‘Discard my reply and adopt that of R. Hiyya, who declared, “From what age is a gentile child deemed unclean with the flux uncleanness [described at Lev.15] From the age of nine years and one day.”‘
[37A] Since he is then suitable for having sexual relations, he also is deemed unclean with the flux uncleanness [of Lev.15].”
Said Rabina, “Therefore a gentile girl who is three years and one day old, since she is then suitable to have sexual relations, also imparts uncleanness of the flux variety.”
That is self-evident!
Abodah Zarah 36B-37A [133]

The basis for these rulings is the following Mishnaic passage of Tractate Niddah (filth):

A girl three years and one day old is betrothed by intercourse. “A girl three years old may be betrothed through an act of sexual intercourse,” the words of R. Meir. And sages say, “Three years and one day old.”
And if a Levir has had intercourse with her, he has acquired her. And they are liable on her account because of the law prohibiting intercourse with a married woman. And she imparts uncleanness to him who has intercourse with her when she is menstruating to convey uncleanness to the lower as to the upper layer. If she was married to a priest, she eats heave offering. If one of those who are unfit for marriage has intercourse with her, he has rendered her unfit to marry into the priesthood. If one of all those who are forbidden in the Torah to have intercourse with her did so, they are put to death on her account. But she is free of responsibility.
If she is younger than that age, intercourse with her is like putting a finger in the eye.
(Mishnah Niddah 5:4) [134]

Thus, one “of the many important issues worked out in the Mishnah concerns proper conduct with women,” [135] and the “entire society of Judaism � that is, the community formed by the Torah � found in the Talmud those modes of thought and inquiry, those media of order and value, that guided the formation of public affairs and private life as well.” [136]

While it is reassuring to see there was at least some limit as to what the sages would declare holy and moral, this ruling had severe implications on the interpretation of other topics as well. The Tanna�tic Midrash Sifre to Numbers in �157 comments on the above quoted commandment of Moses to kill the Midianite women as well as the male children:

“Now therefore, kill every male among the little ones, and kill every woman that has known a man by sleeping with him.(Num 31:17).
[This] refers to her who has slept with a man as well as her who is suitable for intercourse, even when she has not slept with a man…
But all the young girls who have not known a man by sleeping with him, keep alive for yourselves. From here R. Shimon b. Yohai used to say: a Proselyte girl who became a proselyte in the age of less than three years and one day, is rendered fit to marry into the priesthood.
” [137]

According to the Tanna�te Rabbis, Moses therefore had ordered the Israelites to kill all women older than three years and a day, because they were “suitable for having sexual relations.” [138]

Bibliografi:
[131] Ibid., vol.XXI.A-D, Tractate Bava Mesia, Atlanta: Scholars Press 1990, p.ix-x.
[132] Ibid., vol.XXIII.B, Tractate Sanhedrin 1984, 150. See also vol.XIX.A, Tractate Qiddushin 10a-b, 1992, 33. “Menstruating” here of course refers to the ritual “flux uncleanness” described in Lev.15.
[133] Ibid., vol.XXV.A, Tractate Abodah Zarah, 1991, 168. Emphasis original.
[134] J. Neusner, The Talmud of Babylonia. A complete outline, Part IV. The Division of Holy Things. B. Number 37. 1995, 704.
[135] Neusner 1993, 41.
[136] Neusner 1995, 7.
[137] Kuhn 1959, �157, 652f. My translation. In general, proselytes are not allowed to marry into the priesthood.
[138] Ibid., �157, footnote 86, 653.

Bilangan 31:17-18 TB
“Maka sekarang bunuhlah semua laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh. Tetapi semua orang muda di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu.

Dalam kitab Bilangan Bible, setelah menaklukkan negeri Midian dan Moab, dan menimbulkan bencana hebat atas negeri tsb, Musa memerintahkan agar semua wanita yang tidak perawan dieksekusi mati, TETAPI semua gadis muda yang masih perawan tidak dieksekusi karena diperuntukkan bagi bani Israel.
Rabbi Joseph berkata, ‘Datang dan dengar. Seorang gadis berusia 3 tahun satu hari boleh dinikahi melalui persetubuhan.’
Mishnah: Seorang gadis berusia 3 tahun satu hari boleh ditunangkan, dengan izin ayahnya, melalui hubungan seksual.
Gemara: Ajaran Rabbi-rabbi kita: ‘Seorang gadis berusia 3 tahun boleh ditunangkan melalui hubungan seksual.’

Apakah Tuhan Israel (JEHOVAH) Pedofilia

Bilangan 31:35-40 BIS
“Musa dan Imam Eleazar melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN. Selain yang sudah diambil para prajurit untuk mereka sendiri, hasil rampasan itu berjumlah: 675.000 ekor domba dan kambing, 72.000 ekor sapi, 61.000 ekor keledai dan 32.000 orang gadis perawan. Separuh dari jumlah itu diberikan kepada para prajurit dengan perincian ini: 337.500 ekor domba dan kambing, dan dari jumlah itu 675 ekor untuk pemberian khusus bagi TUHAN; 36.000 ekor sapi, 72 ekor untuk pemberian khusus bagi TUHAN; 30.500 ekor keledai, 61 ekor untuk pemberian khusus bagi TUHAN; 16.000 orang gadis perawan, 32 orang untuk pemberian khusus bagi TUHAN.”

Meskipun Jehovah mendapat bagian sebanyak 32 gadis perawan adalah bahasa metafora, artinya bahwa Jehovah tidak turun dari Sorga ke bumi hanya untuk bermain seks dengan 32 gadis perawan, tetapi jika Anda kaum Kristen Ekstrimis Trinitarian Pagan Polytheisme menyebut nabi Islam Muhammad SAW sebagai seorang pedofilia atau pecinta wanita karena menikahi (bukan memaksa bermain seks) seorang gadis muda dan menikahi banyak wanita selama hidupnya, maka Anda yaitu Kaum Ekstrimis Pagan Trinitarian harus juga menyebut Jehovah dan Nabi-nabi yang namanya tercantum dalam Bible sebagai kaum pedofilia.

Selain itu, jika Anda kaum Fundamentalis Pagan Trinitarian menyatakan Yesus sebagai inkarnasi Jehovah, maka berdasarkan kitab Bilangan, Anda pun harus menyebut Yesus sebagai seorang pedofilia!

Sekarang Hukum Yahudi menetapkan usia pernikahan bagi wanita yaitu 11 tahun. Saya tidak tahu jika Hukum Yahudi modern masih membolehkan teori pertunangan melalui campur gaul sebagaimana dipraktekkan pada masa silam.

30 tahun yang lalu, ahli seksiologis terkenal R.E.L. Masters dan Allan Edwardes berkata bahwa dalam studi mereka terhadap ekspresi seksual Afro-Asian (_The Cradle of Erotica_, Julian Press, New York:1962) berkata, “Sekarang,dibanyak bagian dari Afrika Utara, Afrika, dan India, gadis-gadis dinikahkan dan ditempat tiduri (bedded) antara usia lima dan sembilan; dan tidak ada self-respecting female remains unmarried beyond the age of puberty.” [source]

Dibawah ini penulis kutip dari http://www.answering-christianity.com/age3.htm

I emailed a friend of mine, a former Jew who speaks Hebrew, and he further gave me more information regarding the Jewish view to marriage:

“I have just called up a seriously orthodox friend, a dealer in manuscripts with whom I do business, and a good fellow, to double check my response, and we are in perfect agreement. He runs a strictly orthodox and observant home and life, dresses in black, etc…I checked with him about it, as my own copy of the Code of Jewish Law is the shortened version, known as the “Kitzur Shulchan Aruch”. The full book is the “Shulchan Aruch”, which means “The Well-Set Table” (The Jews have a talent for clever book-titles).

This is the reference of brother Johnny Bravo’s Talmudic quotes

A girl must be 12 years old for marriage, but a 3-year old may be betrothed with the father’s approval. As for the permissibility of marriage to a minor (katanah) by coition…*Fuggedaboudit!!* as they say in the Mafia. My friend assures me that *humanitarian treatment* is the final authority. If a man did that, that is, had intercourse with a minor for purposes of marriage,it would be considered a crime, even if the father approved. A girl that young would be considered unable to make a momentous decision like that. And even if she were older than 12, if it were done by force, as if she were a Moabite captive, they would be made to divorce once the circumstances were known.

Furthermore, and very importantly, the Jews are *required* to observe the “deen hammalchut”…the laws of the country in which they reside, before applying their own halacha, or laws. So the short answer is, yes, marriage by coition is considered legal, but not with a katanah, and never by force. Betrothal to a katanah is OK, but the bride must reach puberty before actual marriage and consummation. Also, according to my own exceedingly imperfect knowledge, nowhere in the Talmud is betrothal to a minor by intercourse *recommended*. If all this were permissible in the days of the Mishna, well, those days are gone.”

III. Usia wanita diperbolehkan menikah
Dibawah ini adalah data Wikipedia bulan Agustus tahun 2007 mengenai batas usia minimum untuk dapat berhubungan seks secara legal dan negara mana saja yang memberlakukannya.

Usia Minimum Negara/ Negara Bagian/ Distrik/ Provinsi
12 tahun Distrik Federal Kota Meksiko
13 tahun Distrik Federal Kota Meksiko
14 tahun Madagaskar, China, Austria, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Estonia, Jerman, Hungaria, Italia, Lithuania, Portugal, Serbia, Brazil, Colombia, Ekuador, Paraguay, Peru, Canada
15 tahun Thailand, Republik Ceko, Denmark, Kepulauan Faroe, Perancis, Iceland, Polandia, Rumania, Slovakia, Swedia, Uruguay
16 tahun Aljazair, Mesir, Afrika Selatan, Zimbabwe, Hongkong, Indonesia, Malaysia, Singapura, Belanda, Kentucky, Massachusetts, New Hampshire, North Carolina, Ohio, Delaware
17 tahun Missouri, New York, Texas

Data diatas diperoleh dari
Ages of consent in Africa, Wikipedia, last modified 7 August 2007
Ages of consent in Asia, Wikipedia, last modified 22 August 2007
Ages of consent in Latin America, Wikipedia, last modified 17 August 2007
Ages of consent in Europe, Wikipedia, last modified 14 August 2007
Ages of consent in North America, Wikipedia, last modified 14 August 2007

Karena berbagai alasan usia diperbolehkan untuk berhubungan seks adalah semakin sini semakin meningkat, Khususnya ketika kita memperoleh lebih banyak edukasi untuk survive di kehidupan masyarakan modern. Batasan usia berhubungan seks di Perancis ditingkatkan dari usia 11 menjadi usia 13 hanya seabad yang lalu. Pada tahun 1929, di Inggris usia minimum orang Kristen untuk menikahi wanita adalah usia 12.

Di Amerika Serikat, dahulu mereka menyatakan bahwa seorang wanita usia 7 tahun adalah kompeten untuk memutuskan berhubungan seks, dan dikemudian hari, usia tsb dinaikkan. Pada tahun 1886, setelah upaya untuk menaikkan batasan umur, Delaware adalah hanya satu-satunya yang mempertahankan hukum batasan umur yaitu 7 tahun, sedangkan 25 negara bagian AS lainnya menetapkan usia minimum adalah tidak lebih dari 10 tahun.

Catatan Penting

1. Sebagai Muslim, kita tidak termasuk pedofilia, pemerkosa, terorisme, dan semua bentuk kejahatan biadab yang direstui dalam Bible. Kita juga tidak percaya bahwa Allah dan nabi-nabi Allah telah melakukan perbuatan biadab sebagaimana yang tertulis dalam Bible korup Kristen. Disini kita hanya mengekspos betapa korupnya Bible dan mengungkap kejahatan yang benar-benar eksis dalam kitab suci yang bernama Bible.

2. Artikel ini sebagian besar bersumber dari Osama di http://answering-christianity.com/age3.htm. Jika pembaca menyimak artikel aslinya, ia telah mendapat reaksi “bantahan” dari Kristen bernama Sam Shamoun di http://answering-islam.org.uk/Responses/Osama/pedophilia.htm Namun, bukan Kristen namanya jika tidak omong kosong, silahkan Anda menyimak bagaimana Osama membantah Sam Shamoun di http://answering-christianity.com/pedophilia_rebuttal.htm

4 responses to this post.

  1. Posted by layak ksatria langit on Juli 30, 2010 at 8:20 am

    mantap benk

    Balas

  2. Alhamdulillah

    Balas

  3. Posted by bestchristus on Februari 12, 2014 at 5:24 am

    komunitas pembela kristus
    http://bestchristus.wordpress.com/3-2/

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: